Desa Dasun

Kec. Lasem, Kab. Rembang
Prov. Jawa Tengah

Loading

Info
Laman Resmi Pemerintah Desa Dasun, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Sekretariat: Balai Desa Dasun, RT.01,RW.01, Dasun, Lasem, Kode Pos: 59271 | Dasun Maju | Desa Pemajuan Kebudayaan Kemendibud | Desa Anti Korupsi KPK RI

Berita Desa

dasun-rembang.desa.id- Dasun, Lasem – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) melakukan kunjungan lapangan ke Desa Dasun, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, dalam rangka menggali informasi dan potensi pengembangan hilirisasi garam rakyat, pada Kamis (18 Juni 2026). Kunjungan tersebut dipimpin oleh Yudi Hermawan bersama tim dari Kemendes PDT, didampingi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang yang dipimpin oleh Bambang Priyantoro beserta jajaran, unsur Kecamatan Lasem melalui Kasi Bina Pemerintahan dan Pengawasan (Binwas), Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD), Pemerintah Desa Dasun, para petani garam Desa Dasun serta Surindra Penyuluh Perikanan dan Kelautan Dinlutkan Rembang.

Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh antusiasme. Tim Kemendes secara langsung berdiskusi dengan pemerintah desa dan petani garam untuk memahami kondisi riil usaha pergaraman rakyat di Desa Dasun Lasem yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi garam tradisional di Kabupaten Rembang.

Dalam pertemuan tersebut, Kemendes menggali berbagai informasi terkait peluang pengembangan usaha garam melalui program hilirisasi. Tujuannya agar garam rakyat tidak hanya dijual dalam bentuk bahan baku atau garam grosok, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan petani.

Kepala Desa Dasun, Sujarwo, menyampaikan apresiasi atas perhatian Kemendes terhadap sektor pergaraman rakyat. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Desa Dasun siap mendukung penuh apabila nantinya dilaksanakan program pelatihan maupun pendampingan pengolahan garam di desa.

"Kami sangat mendukung apabila ada program pelatihan pengolahan garam di Desa Dasun. Namun menurut kami, pengembangan garam tidak hanya berhenti pada pengolahan hasil. Pemerintah juga perlu membantu peningkatan produksi garam melalui dukungan sarana seperti terpal atau geomembran agar kualitas dan kuantitas produksi petani semakin baik," ujar Sujarwo.

Selain itu, Pemerintah Desa Dasun juga mengusulkan adanya pelatihan pengemasan produk garam agar memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasaran.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Desa Dasun, Exsan Ali Setyonugroho, menekankan bahwa garam bagi masyarakat Dasun bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan telah menjadi identitas budaya yang diwariskan turun-temurun selama ratusan tahun.

"Bagi masyarakat Dasun, garam bukan hanya barang dagangan. Garam adalah identitas desa dan sumber penghidupan warga sejak ratusan tahun lalu. Karena itu kami berharap pemerintah tidak hanya mendorong aspek ekonomi, tetapi juga mendukung pelestarian tradisi pergaraman rakyat yang menjadi bagian penting dari sejarah dan budaya masyarakat pesisir," ungkap Exsan.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Dasun bersama komunitas masyarakat selama ini aktif menggelar berbagai kegiatan pelestarian budaya garam, seperti Festival Garam (Bancaan Rupa), pameran lukisan garam di Yogakarta dan Jakarta, diskusi budaya, hingga dokumentasi sejarah pergaraman rakyat sebagai upaya menjaga warisan budaya pesisir agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, keberlangsungan petani garam rakyat harus menjadi perhatian serius pemerintah. Kehadiran teknologi modern yang mampu menghasilkan garam secara instan tanpa melibatkan proses produksi tradisional berpotensi mengancam keberlanjutan mata pencaharian petani garam rakyat.

"Kami berharap kebijakan pembangunan tetap berpihak kepada petani garam rakyat. Jangan sampai teknologi yang terlalu masif justru mematikan usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya dari tambak garam. Garam rakyat tidak boleh mati," tegasnya.

Selain persoalan produksi dan hilirisasi, Pemerintah Desa Dasun juga menyampaikan pentingnya perhatian pemerintah terhadap kondisi lingkungan, khususnya Sungai Lasem yang menjadi salah satu penyangga ekosistem pesisir.

"Pemerintah harus hadir dalam upaya pelestarian Sungai Lasem yang saat ini menghadapi ancaman pencemaran limbah domestik maupun limbah industri batik. Kondisi lingkungan yang tidak terjaga tentu akan berdampak terhadap kualitas air laut dan pada akhirnya memengaruhi kualitas garam yang dihasilkan petani," tambahnya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ketua Tim Kemendes PDT, Yudi Hermawan, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Pemerintah Desa Dasun dan para petani garam dalam menyampaikan berbagai persoalan dan gagasan pengembangan pergaraman rakyat.

"Kami sangat senang mendapatkan banyak masukan dari Desa Dasun. Apa yang disampaikan oleh pemerintah desa maupun petani akan menjadi bahan penting bagi kami dalam menyusun rekomendasi dan kebijakan ke depan. Kami ingin mendengar langsung kebutuhan masyarakat sehingga program yang dirancang benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan," ujarnya.

Yudi menambahkan bahwa pengembangan hilirisasi garam merupakan salah satu peluang strategis untuk meningkatkan nilai ekonomi produk garam rakyat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Sementara itu, Kepala Dinpermades Kabupaten Rembang, Bambang Priyantoro, memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Desa Dasun dalam mengembangkan potensi lokal tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi dan budaya masyarakat.

"Desa Dasun merupakan salah satu desa yang memiliki komitmen kuat dalam pemajuan sektor garam dan bandeng. Yang menarik, pengembangan ekonomi di sini berjalan beriringan dengan upaya pelestarian budaya dan literasi desa. Banyak kegiatan kebudayaan yang mengangkat garam dan budaya asli Dasun," katanya.

Bambang juga menyoroti dukungan penuh Kepala Desa Dasun terhadap berbagai program pengembangan ekonomi masyarakat yang berbasis potensi lokal.

"Kami melihat pemerintah desa sangat serius mengembangkan ekonomi masyarakat tanpa menghilangkan identitas dan tradisi yang dimiliki. Bahkan Desa Dasun telah berhasil menerbitkan dua buku yang mendokumentasikan sejarah dan potensi desa, dan tahun ini akan kembali menerbitkan buku baru. Ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan pembangunan budaya bisa berjalan bersama," tambahnya.

Kunjungan Kemendes PDT tersebut diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai program pendampingan dan pengembangan pergaraman rakyat di Desa Dasun. Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan para petani, diharapkan garam rakyat Dasun tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya pesisir yang telah hidup selama berabad-abad. (Admin)

 

Beri Komentar

Layanan
Mandiri

Hubungi Pemerintah Desa untuk mendapatkan PIN

Pemerintah Desa

Kepala Desa

SUJARWO

PEMDES DASUN

EXSAN ALI SETYONUGROHO, S.Pd

PEMDES DASUN

SUYOTO

PEMDES DASUN

AHMAD MAULANA, S.Ag

PEMDES DASUN

ONY VENA MULYANA

PEMDES DASUN

ACHIRUDIN BAYU CHRISTIYANTO, S.Pd

PEMDES DASUN

JULAEKAH, SE

PEMDES DASUN
Statistik Pengunjung
Hari ini : 8
Kemarin : 1.002
Total Pengunjung : 1.159.264
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.217.134
Browser : Mozilla 5.0
Statistik Pengunjung
Hari ini : 8
Kemarin : 1.002
Total Pengunjung : 1.159.264
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.217.134
Browser : Mozilla 5.0

Kabar Rembang

Pemerintah Desa

SUJARWO

Kepala Desa


PEMDES DASUN

EXSAN ALI SETYONUGROHO, S.Pd


PEMDES DASUN

SUYOTO


PEMDES DASUN

AHMAD MAULANA, S.Ag


PEMDES DASUN

ONY VENA MULYANA


PEMDES DASUN

ACHIRUDIN BAYU CHRISTIYANTO, S.Pd


PEMDES DASUN

JULAEKAH, SE


PEMDES DASUN