dasun-rembang.desa.id, DASUN, LASEM — Masyarakat Karanganyar, RT 03 Desa Dasun, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, kembali menggelar tradisi bancaan Sedekah Bumi pada Senin, 24 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di Mushola Al Fatah dan diikuti masyarakat setempat sebagai bentuk ungkapan syukur atas limpahan rezeki serta hasil bumi yang diberikan Tuhan.
Acara sedekah bumi dipimpin oleh Modin Desa Dasun, Ahmad Maulana. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Dasun beserta Carik Desa dan perangkat desa. Masyarakat Karanganyar RT 03 juga tampak hadir dan mengikuti rangkaian acara dengan penuh kebersamaan.
Turut hadir Ketua RT 03 Supadi Nurcholis, serta sejumlah warga di antaranya Wahyudi, Carito, Ramuji, Legimin dan masyarakat lainnya.
Bagi masyarakat Karanganyar, sedekah bumi bukan sekadar kegiatan bancaan atau tradisi tahunan. Tradisi tersebut menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas berbagai rezeki yang bersumber dari bumi Dasun.
Bumi Dasun selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat melalui berbagai hasil dan usaha, mulai dari panen padi yang melimpah, produksi garam, hasil tambak bandeng, hingga aktivitas perdagangan dan berbagai usaha ekonomi masyarakat.
Melalui sedekah bumi, warga menyampaikan rasa terima kasih sekaligus penghargaan terhadap tanah yang selama ini menjadi tempat mereka hidup, bekerja dan menggantungkan penghidupan. Tradisi ini juga menjadi pengingat agar masyarakat senantiasa menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam dan Sang Pencipta.
“Sedekah bumi merupakan ungkapan syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan melalui bumi Dasun. Apa yang kita makan, hasil pertanian, garam, bandeng maupun rezeki dari usaha masyarakat, semuanya tidak terlepas dari tanah dan alam yang menjadi tempat kita mencari penghidupan,” demikian makna yang tercermin dalam tradisi tersebut yang diungkapkan ketua RT 3 Supadi Nurcholis.
Tradisi sedekah bumi di Karanganyar juga selalu dirangkai dengan pagelaran ketoprak sebagai hiburan sekaligus bagian dari kebudayaan masyarakat. Tahun ini, masyarakat menghadirkan Ketoprak Agung Budoyo dari Tambakagung, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang.
Pagelaran ketoprak menjadi ruang berkumpul bagi warga setelah rangkaian bancaan selesai. Selain sebagai hiburan, keberadaan kesenian tradisional tersebut menunjukkan bahwa sedekah bumi tidak hanya menjadi ritual syukur, tetapi juga menjadi sarana menjaga kebersamaan dan keberlangsungan kesenian rakyat.
Pelaksanaan kegiatan ini bersumber dari swadaya masyarakat RT 03 serta dukungan Pemerintah Desa Dasun. Semangat gotong royong tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Bancaan Sedekah Bumi Karanganyar pada akhirnya bukan hanya tentang makanan yang dibagikan atau pertunjukan ketoprak yang digelar. Lebih jauh, tradisi ini merupakan cara masyarakat untuk mengingat kembali bahwa kehidupan mereka tidak dapat dilepaskan dari bumi yang menjadi tempat berpijak, tempat bercocok tanam, tempat mencari rezeki, sekaligus ruang hidup bersama.
Dengan demikian, sedekah bumi menjadi ungkapan syukur, penghormatan dan terima kasih masyarakat kepada Tuhan atas anugerah bumi dan tanah air yang telah memberikan penghidupan bagi masyarakat Dasun dari generasi ke generasi.
(Exsan Ali Setyonugroho)